ayok nyanyi.. (3)

Lagu Banda Neira “Sampai Jadi Debu”

Badai Tuan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra?
Tiap pagi menjelang
Kau di sampingku
Ku aman ada bersama mu

Selamanya
Sampai kita tua
Sampai jadi debu
Ku di liang yang satu
Ku di sebelahmu

Badai Puan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra?
Tiap taufan menyerang
Kau di sampingku
Kau aman ada bersama ku

dengerin lagu ini sambil tiduran leyeh-leyeh dipadang hijau cak di museum vredeburg, liatin langit apa sambil merem-merem syahdu.
angin bertiup, cuaca cerah mendung (gak panas dan gak hujan.
ditambah kalo bisa ada secangkir kopi, mendoan sama buku tergeletak.

alamaaaaakkk..
enakk jaaang..

hahahahaha..tah apa-apa

Advertisements

Ayok Nanyi (2)

Banda Neiraย – Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti

Jatuh dan tersungkur di tanah aku
Berselimut debu sekujur tubuhku
Panas dan menyengat
Rebah dan berkarat
Yang
yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Yang hancur lebur akan terobati
Yang sia-sia akan jadi makna
Yang terus berulang suatu saat henti
Yang pernah jatuh โ€˜kan berdiri lagi
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Di mana ada musim yang menunggu?
Meranggas merapuh
Berganti dan luruh
Bayang yang berserah
Terang di ujung sana
Yang
yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Yang hancur lebur akan terobati
Yang sia-sia akan jadi makna
Yang terus berulang suatu saat henti
Yang pernah jatuh โ€˜kan berdiri lagi
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti
>> mau curhat nih,
Tau banda neira dari tetangga pas kita lagi kumpul di solo nikahannya Rozi. Pas mau tidur sitetangga muterin lagu sampai jadi debu. hehe tapi nggak ngeh. Pas dengerin rekaman di ig melodi alam lah, baru aku donlod beberapa lagunya. dan cari tau e la dalah malah wes bubar. yo opo rek. -_-
Lagunya sederhana,
mirip mirip kayak lagunya payung teduh ngunu kae.
seneng dengerinnya karena liriknya, musiknya, penghayatan si mbaknya nganu ngunu kae.
Intinya satu,
jangan pernah meramalkan hal di masa depan saat kau saja kini tak yakin dengan hidupmu..loh? opo maksude?
mbuh..haha
selamat malam,
wahai pencinta langit, manusia langit..

Nisfu Syaโ€™ban

Malam yang penuh keberkahan. Doa-doa bertaburan di langit. Lutut-lutut bersimpuh dalam sujud. Kepala-kepala tak lagi meninggi dan turun hingga sehasta kaki.

Semoga tahun ini ditutup baik. Dan tahun besok diawali dengan sesutu yang jauh lebih baik.

Yang pergi untuk bahagia, doakanlah.
Yang tinggal dan bertahan, pertahankanlah.
Yang baru datang sekarang, berilah kesempatan.

Dan yang paling penting,
Yang telah dimiliki hingga hari ini, semoga tak lupa untuk disyukuri.

Tuhan,
Terima kasih telah disampaikan hingga hari ini.
Jika Engkau berkenan, izinkanlah untuk sampai ke tahun depan.

 

 

— Mbeeer via Tumblr

Tentang Do’a [2]

Aku sedang belajar do’a yang baik,
yang ikhlas dan benar-benar luruh, pasrah..

Aku mencoba untuk tidak banyak bertanya tentang hal yang memang tidak harus ditanyakan pun dikhawatirkan, apalagi tentang masa depan.
Bagiku sekarang masa depan adalah aku yang bagaimana sekarang dan apa yang aku lakukan sekarang. Baik itu tentang pekerjaan, cita-cita, tindakan, belajar maupun tentang seseorang dan banyak hal yang aku ingin jaga baik-baik.

Aku mencoba untuk selalu berpikir yang baik,
walaupun menurutku gak gampang dan itu memang benar. susah euy. T.T
Tapi kudu harus bisa.

Aku pun mencoba untuk mendo’akan selain diriku,
keluargaku, yang paling penting adikku, orang-orang terdekatku, temen-temen dan semuanya..
karena bagiku sekarang kebahagiaan, ketenangan, dan kebaikan mereka termasuk lebih dari cukup menjadi kebahagiaanku juga.

 

—- malam, terang bulan, bulan bunder
dan pikiranku melayang-layang

 

Tentang Do’a

Entah bagaimana,
aku selalu ingin banyak bercerita belakangan ini pada Yang Maha..
tapi toh pada akhirnya hanya sederet kata yang keluar seperti terseret-seret,
diikuti isakan dan deheman beberapa kali untuk berusaha berhenti..
iya, berhenti menangis.

Entah bagaimana,
aku selalu lemah dihadapanMu..
aku seperti habis, hangus, tak ada didepanMu..
kata-kataku raib, hilang dan tiada
akhirnya aku hanya terisak lama
terduduk lama,

Oh Allah,
aku tak pandai berdo’a,
pun berkata-kata apalagi banyak..
aku hanya berharap Engkau tau kata-kata yang tak sanggup terucap,
cerita yang tak mampu aku lisankan,
harapan baik yang ingin kuutarakan..

aku belajar berdo’a,
berdo’a yang baik, berdo’a yang pasrah, berdo’a yang ikhlas..
kugantungkan harapanku seluruh
kugantungkan hidupku seluruh
dengan segala usahaku seluruh
padaMu..
agar aku mampu menghadapi apapun dengan seluruh
seluruhku untuk menerima seluruh ketetapanMu..

 

Duh, Gusti
– moonlight

25

Jika tidak keberatan, coba lihat bulan di arsip web ini.
Awal aku membuat blog ini bulan september 2015 dan aku menulis tentang pengalaman tes kerja di paragon. lama setelah itu baru aku posting tulisan baru pada bulan maret 2016.

Lalu hal ini terulang. Bulan september 2016 aku terakhir memposting tulisanku. kemudian aku baru mulai post lagi bulan maret 2017. haha. gak ada yang istimewa sih, tapi lucu aja gitu. bisa samaan, ciiieee, samaann.. ๐Ÿ˜€

25
Iya. Umurku menginjak angka 25 tanggal 8 Maret kemarin.
Lucu ya? Umurku udah sebanyak itu.
Aku gak mikir yang gimana-gimana.
Gak berharap yang gimana-gimana.
Gak pengen yang gimana-gimana.

Aku hanya berdo’a saat aku kebangun dini hari tanggal 8 Maret.
Alhamdulillah,
Aku masih bernafas sampai hari ini
masih diberi kesempatan untuk hidup, walaupun selama ini luntanglantung sesuka hati
Ya Allah,
berikan kebahagiaan untuk orang-orang disekitarku
orang-orang yang selalu berusaha baik, yang sudah baik dan ingin baik
berikan kelapangan hati untuk menerima semua keadaan
berikan pemahaman yang baik dari semua pelajaran
pelajaran hidup dan kehidupan
Sayangi mereka orang-orang yang menyayangi aku,
karena demi apapun,
aku tak bisa sendiri..
Melihat kebahagiaan mereka sama dengan melihat kebahagiaanku
begitu yang aku pahami dari semua yang kujalani hingga saat ini

Semoga aku terus berusaha menjadi baik, bersama dengan orang-orang yang belum baik dan berusaha untuk baik, bersama dengan orang-orang yang baik yang tetap berusaha baik, dan dipertemukan dengan banyak orang-orang baik di luaran sana.

Allah
Tuhanku yang Maha Baik,
sering aku merasa tidak tahu mana yang baik ataupun tidak ingin tahu mana yang baik dan acuh saat tau yang baik. Aku akan terus berdoa padaMu yang Maha Baik, agar menunjukkan padaku mana yang baik bagiku dan membuatku sadar ketika aku acuh pada yang baik.

Segala Puji hanya untukMu
Tuhanku yang Maha Baik

 

 

Jogja
Maret 2017

perempuan

Jika kau melihat perempuan yang terluka mampu tersenyum dan bahkan tertawa seperti biasa,
percayalah..sangat sulit untuk bersikap seperti itu ketika hati berantakan gak karuan.

Jika kau melihat perempuan yang terluka mampu kuat dan melakukan hal-hal yang biasa dia lakukan,
percayalah..kau hanya tidak tau bagaimana dia harus melewati semuanya, kesakitan saat ditinggalkan, tidur yang tak pernah nyenyak, senja yang menyedihkan dan banyak lagi. Ketika dia terlihat kuat, dia hanya punya pilihan untuk kuat. Ketimbang tetap menderita karena sakit sudah begitu menyiksa.

Jika kau melihat perempuan yang terluka sudah mampu berdiri dan tersenyum benar-benar tanpa beban,
percayalah, tak ada lagi hal yang dikhawatirkan. Karena dia sudah paham, hidup hanya tentang bagaimana kau melihatnya, tentang datang dan pergi, tentang pertemuan dan perpisahan, tentang pilihan. Dan tentang waktu, keadaan juga orang-orang yang terus berubah.

Tidak usah khawatir,
Perempuan yang pernah terluka akan menjadi lebih kuat, lebih tangguh dan belajar lebih banyak hal tentang bagaimana manusia dan hidup.
Dia akan punya hati yang lebih luas dan lebih banyak memahami orang lain.

Jadi, jika kau suatu saat meninggalkan perempuan entah dengan alasan apapun yang kamu pikir sudah tidak bisa diperbaiki lagi, tak apa. Hanya saja jujurlah. Katakan dengan jujur apa yang benar-benar menjadi alasan berpisah padanya jika memang kau masih peduli padanya. Pasti itu memang sangat menyakitkan baginya, tapi itu lebih baik buatnya daripada memberikan alasan yang menggantung dan tidak jelas. Setidaknya dengan alasan itu perempuan akan belajar dan memperbaiki apa yang memang tidak baik di dalam dirinya.
Tenang saja. Sesakit apapun itu, perempuan akan berdamai dengan semuanya walaupun mungkin membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Belajarlah tidak hanya peduli pada diri sendiri
Tapi pikirkan juga perasaan perempuan itu.

 

2016,
draft tercecer.

mamak

Kalo mau cerita tentang si mamak, maka mau berapa lembar aja kagak nyukup, mau dipanjangin kayak apa bakal makan waktu lama dan gak kelar-kelar.

Mamak emang paling tau bagaimana kelima anaknya. Kelakuan, karakter, sikap dan sampe njelei-njeleinya. Pengen nangis rasanya kalo inget gimana mamak sabarnya samaku, sayangnya samaku, ngadepin sianak perempuan yang keras kepala dan egoisnya segunung galunggung. -_- mrebes mili. T.T

Bersyukur banget punya Ibu kayak mamak.
Sayang banget sama simamak.

Ketika aku terakhir pulang, aku bener-bener sedang limbung. kenapa semua masalah tag kunjung kelar dan banyak hal tidak baik terjadi. apa yang salah?
Dan aku hanya bisa mencium kaki mamak, menahan tangis yang tumpah menyesak sebisaku. Baru kali itu aku gemetar dan lega sekaligus. tidak ada yang salah dengan semua ini. aku yang harus lebih keras dengan diriku. ingat bagaimana dengan sederhananya si mamak tau ketika ternyata hubunganku sudah putus,

“Kalau memang itu alasannya ya sudah. jangan memaksa apapun. ikhlas aja. kalau sayang kan pasti merjuangin gimana sulitnya. kalau memang ada yang lain dan lebih baik, ya didukung aja. cinta gak pernah meminta apapun. hanya kesediaan hati untuk berusaha gimanapun keadaannya untuk bersama. kalaupun nggak ya berarti gak jodoh. sudah. ingat, yang kau mau dia bahagia to? kalo sama kamu gak bahagia dan maksa buat apa? ikhlas. jangan bikin rumit. wes, ewangi mamak nyiram kembang.”

Aku bengong.

Dan setelah itu ada ruang dimana aku merasa lebih baik dari sebelumnya.
Demi apapun, dia ibuku yang melahirkanku.

 

Untukmu yang baik, :)

Pada siapapun yang masih menggenggam seseorang yang sudah tak ingin diperjuangkan, lepaskanlah..
Jadilah seseorang yang ikhlas bagaimanapun sulitnya,
Jika memang belum bisa, jangan memaksa apapun..
Cukuplah diam dan menunggu waktu dimana semua akan kamu pahami pada saatnya.

Berdamailah dengan semuanya,
lalu pikirkanlah dirimu sendiri, hidupmu sendiri, tujuanmu sendiri dan semua tentangmu sendiri..
jangan sampai dirimu hanya selalu tersakiti, mulailah berbahagia
Iya. Membahagiakan dirimu kembali, memanjakan dirimu sendiri dan lakukan apapun yang kamu inginkan..

Cobalah berpikir dari sudut lain dari dirimu. bahwa dia yang ingin pergi tidak bahagia denganmu dan mungkin sudah atau akan menemukan kebahagiaan dengan orang lain. cinta memang tidak melulu tentang kebahagiaan bagimu, tapi bagi dia seseorang yang kamu cintai sepenuh hati tetap ada pilihan untuk memilih wanita mana yang ingin dia ajak mangarungi sisa kehidupan hingga nanti. tidak ada yang salah. hidup memang seperti itu. keadaan berubah dan orang-orang pun berubah. tak perlu yang gimana-gimana. yang paling penting kita sudah berusaha untuk mempertahankan dan memperjuangkan, itu sudah cukup. jika sudah tidak bisa, maka lepaskanlah.

Berdo’a saja setelah itu semua baik-baik saja. Dia baik dan kamu jadi lebih baik lagi.
Percaya apa yang sudah terjadi saat ini adalah yang terbaik karena sungguh kita tidak tahu menahu apa yang terbaik buat kita, kita hanya sebatas tahu apa yang kita inginkan. Karena Tuhan yang selalu tahu apapun tentang kita yang terbaik.

Menangis tak apa.
Toh memang menyakitkan, tapi jangan menderita. belajarlah banyak hal, pergi ke banyak tempat dan bertemu dengan orang-orang yang peduli denganmu, itu membantu sekali. kembalilah menjadi kamu dengan semua keabsurdan yang ada dan mulailah menyayangi dirimu sendiri. itu penting agar kamu tidak menyakiti diri sendiri lagi. percaya semua akan ada harinya dimana semua bakal kamu tertawakan, akan menjadi cerita masa lalu dan akan ada masa dimana kamu dipertemukan dengan seseorang yang baik untukmu diwaktu yang baik pula. Tuhan Maha Baik.

Hidup terus berjalan, beranjaklah..
Jika dia bisa melepasmu dan bahagia sudah memiliki orang lain, kenapa kamu nggak?
Lets Move!!

 

november 2016,
draft tercecer..

Tum To The Mpeng : Seneng :)

 

1490020206186

Tumpeng adalah cara penyajian nasi beserta lauk-pauknya dalam bentuk kerucut; karena itu disebut pula ‘nasi tumpeng’. Olahan nasi yang dipakai umumnya berupa nasi kuning, meskipun kerap juga digunakan nasi putih biasa atau nasi uduk. Cara penyajian nasi ini khas Jawa atau masyarakat Betawi keturunan Jawa dan biasanya dibuat pada saat kenduri atau perayaan suatu kejadian penting. Meskipun demikian, masyarakat Indonesia mengenal kegiatan ini secara umum.

Tumpeng biasa disajikan di atas tampah (wadah bundar tradisional dari anyaman bambu) dan dialasi daun pisang.

Sejarah dan Tradisi

Masyarakat di pulau Jawa, Bali dan Madura memiliki kebiasaan membuat tumpeng untuk kenduri atau merayakan suatu peristiwa penting. Meskipun demikian kini hampir seluruh rakyat Indonesia mengenal tumpeng. Falsafah tumpeng berkait erat dengan kondisi geografis Indonesia, terutama pulau Jawa, yang dipenuhi jajaran gunung berapi. Tumpeng berasal dari tradisi purba masyarakat Indonesia yang memuliakan gunung sebagai tempat bersemayam para hyang, atau arwah leluhur (nenek moyang). Setelah masyarakat Jawa menganut dan dipengaruhi oleh kebudayaan Hindu, nasi yang dicetak berbentuk kerucut dimaksudkan untuk meniru bentuk gunung suci Mahameru, tempat bersemayam dewa-dewi.

Meskipun tradisi tumpeng telah ada jauh sebelum masuknya Islam ke pulau Jawa, tradisi tumpeng pada perkembangannya diadopsi dan dikaitkan dengan filosofi Islam Jawa, dan dianggap sebagai pesan leluhur mengenai permohonan kepada Yang Maha Kuasa. Dalam tradisi kenduri Slametan pada masyarakat Islam tradisional Jawa, tumpeng disajikan dengan sebelumnya digelar pengajian Al Quran. Menurut tradisi Islam Jawa, “Tumpeng” merupakan akronim dalam bahasa Jawaย : yen metu kudu sing mempeng (bila keluar harus dengan sungguh-sungguh). Lengkapnya, ada satu unit makanan lagi namanya “Buceng”, dibuat dari ketan; akronim dari: yen mlebu kudu sing kenceng (bila masuk harus dengan sungguh-sungguh) Sedangkan lauk-pauknya tumpeng, berjumlah 7 macam, angka 7 bahasa Jawa pitu, maksudnya Pitulungan (pertolongan). Tiga kalimat akronim itu, berasal dari sebuah doa dalam surah al Isra’ ayat 80: “Ya Tuhan, masukanlah aku dengan sebenar-benarnya masuk dan keluarkanlah aku dengan sebenar-benarnya keluar serta jadikanlah dari-Mu kekuasaan bagiku yang memberikan pertolongan”. Menurut beberapa ahli tafsir, doa ini dibaca Nabi Muhammad SAW waktu akan hijrah keluar dari kota Mekah menuju kota Madinah. Maka bila seseorang berhajatan dengan menyajikan Tumpeng, maksudnya adalah memohon pertolongan kepada Yang Maha Pencipta agar kita dapat memperoleh kebaikan dan terhindar dari keburukan, serta memperoleh kemuliaan yang memberikan pertolongan. Dan itu semua akan kita dapatkan bila kita mau berusaha dengan sungguh-sungguh.[butuh rujukan]

Tumpeng merupakan bagian penting dalam perayaan kenduri tradisional. Perayaan atau kenduri adalah wujud rasa syukur dan terima kasih kepada Yang Maha Kuasa atas melimpahnya hasil panen dan berkah lainnya. Karena memiliki nilai rasa syukur dan perayaan, hingga kini tumpeng sering kali berfungsi menjadi kue ulang tahun dalam perayaan pesta ulang tahun.

Dalam kenduri, syukuran, atau slametan, setelah pembacaan doa, tradisi tak tertulis menganjurkan pucuk tumpeng dipotong dan diberikan kepada orang yang paling penting, paling terhormat, paling dimuliakan, atau yang paling dituakan di antara orang-orang yang hadir. Ini dimaksudkan untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang tersebut. Kemudian semua orang yang hadir diundang untuk bersama-sama menikmati tumpeng tersebut. Dengan tumpeng masyarakat menunjukkan rasa syukur dan terima kasih kepada Tuhan sekaligus merayakan kebersamaan dan kerukunan.[1]

Acara yang melibatkan nasi tumpeng disebut secara awam sebagai ‘tumpengan’. Di Yogyakarta misalnya, berkembang tradisi ‘tumpengan’ pada malam sebelum tanggal 17 Agustus, Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, untuk mendoakan keselamatan negara.

Lauk-pauk

Tidak ada lauk-pauk baku untuk menyertai nasi tumpeng. Namun, beberapa lauk yang biasa menyertai adalah perkedel, abon, kedelai goreng, telur dadar/telur goreng, timun yang dipotong melintang, dan daun seledri. Variasinya melibatkan tempe kering, serundeng, urap kacang panjang, ikan asin atau lele goreng, dan sebagainya. Dalam pengartian makna tradisional tumpeng, dianjurkan bahwa lauk-pauk yang digunakan terdiri dari hewan darat (ayam atau sapi), hewan laut (ikan lele, ikan bandeng atau rempeyek teri) dan sayur-mayur (kangkung, bayam atau kacang panjang). Setiap lauk ini memiliki pengartian tradisional dalam budaya Jawa dan Bali. Lomba merias tumpeng cukup sering dilakukan, khususnya di kota-kota di Jawa Tengah dan Yogyakarta, umtuk memeriahkan Hari Proklamasi Kemerdekaan.

Itu saya ambil dari id.wikipedia..hehe baca sampe abis apa nggak? Mesti nggak,,weh weh weh

Jan jane ya emang dudu iku sih yang mau saya ceritakan. Ini lo, tau nggak? Itu poto tumpeng pas aku ulang tahun kemaren tanggal 8 maret hari rabu. Pas bener hari aku libur ngantor. Haha. Apa? Ulang taun yang keberapa? Ih, gak penting tau, yang penting mah jiwa muda. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Jadi ceritanya ada yang bikin surprize ngunu kui pagipagi. Minta tolong sipita bangunin aku yang masih molor dengan modus minta anterin ke pasar mau bikin soto. Preketek. Males2an akunya bangun secara ini libur dan aku pengen mager. Pas itu udah jam 8. Eh, pas ngeluarin motor ada yang udah duduk manis di ruang tamu dengan meja yang atasnya tumpeng ukuran gede, kado sama setas bawaan dari Jombang. Eh, padahal dia beberapa hari pulang dan gak ngabarin udah ke jogja. Malah udah nongol aja disitu. Hahaha. Seneng seneng mangkel. Pengen bejekbejek, nguweknguwek. ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Aku ketawa, cengengesan gak jelas sambil duduk di sebelahnya.

“kapan sampe jogja? Kok gak ngabarin?” tanyaku.

“semalem sampe jogja, dari rumah kemaren sore, hahaha. ” jawabnya puas. Iya, puas bikin aku bawel.

Aku yang seneng bingung mau apa nyomotin kering sambel kentang di tumpeng.

“heh..jangan. do’a dulu to. Baru makan bareng2 temen kosmu itu.” sambil nepok tanganku dia ngajakin doa.

Aku mesam mesem njelei spontan bilang, “aku yang do’a dalam hati ya, kamu yang aamiinin. Haha”

“Iya..” katanya sabar.

Aku pun menengadahkan tangan tanda berdoa sambil mejemin mata dan nunduk. Berusaha khusyuk berdoa dengan umurku yang aahh, sudah 25 beh. ๐Ÿ˜… Dia yang baik dan sabar mengucap aamiin beberapa kali di sela aku berdoa, padahal dia gak tau tuh aku do’a apa..hehe

Abis itu aku disuruh manggilin temen2 kosan. Yang ada cuma si aliya, pita sama mbak peti. Yang lain aku bagi2 di piring. Karena belum abis juga aku telpon si ainun sama si farhan makan dikosan. Dan ela yang terakhir kekosan makan nasi kuning. Haha

Seneng? Iya

Bersyukur? Iya

Makasih ridho buat semuanya,

Ya waktunya, kadonya, kejutannya, baik sama temen2ku, dan doanya. Gak tau kenapa aku tau kamu do’ain aku. Entah do’a apaan. Haha.

Makasih karena udah jagain aku, baik sama perhatian ke aku, suka ingetin aku yang keseringan lupa. Hehe. Udah sabar samaku.

Aku bersyukur ketemu kamu,,๐Ÿ˜ Gusti Allah baik ya? Hehe