Takbir Haji

Senin siang.
Udara panas.
Sesekali terdengar seseorang bicara di luar ruangan.
Beberapa kali klakson mobil.

Tapi saat itu kepalaku penuh.
Penuh tiba-tiba karena dua kata dari seorang laki-laki setengah baya berseragam Dokter.
Kok bisa? Sejak kapan? Kenapa? Terus gimana? Njuk aku tenan sakit? Opo bakal parah? Perempuan sakit? La kok? Aku sehat lo! Makanana? Genetik?
Dokter yang paham aku shock karena yang keluar dari mulutku hanya mengulang diagnosa beliau saja langsung menganjurkan pemeriksaan lebih jauh sorenya.

Aku yang udah gak tau mau bilang apa, nanya apa, kudu gimana langsung bilang iya dan ke luar ruangan. Duduk lagi. Bingung.

Habis ini aku kudu gimana?

Cuma itu yang kupikirkan. Oh iya. Ngurus BPJS dulu. Pikiranku merunut semua yang kudu tag lakuin. Langsung kuhubungi Budi. Gak berapa lama dia datang. Aku yang sudah bertekad gak nangis, gak bakal sedih pun langsung naik ke boncengan teru. Semua kutahan, sesak sampe ujung tenggorokan berharap tidak ada drama, drama sedih yang, “Kok lemes?” tiba-tiba dia bertanya.

Duuuaaaarrrrr. Dan tanpa ba bi bu pertahananku jebol. Padahal dia nanya gitu aja. Duh, Gusti. Drama. Heuuuuhhhh. Padahal gak pengen nangis. T.T tapi akhirnya nangis juga.

Budi berhenti setelah meminggirkan si teru sementara aku sibuk nangis, sibuk berhenti nangis, sibuk lap-lap mukaku yang basah.

Gak inget aku waktu itu percakapan sama Budi. Iya. Yang aku waktu nangis. Ingetnya abis itu ngadem di bawah pohon gede Balai yasa sambil minum es dawet. 😀 aneh ya? Haha. Malah nge-es. Tapi bener ding. Setelah itu aku jadi adem, bisa mikir mau gimana. Bikin BPJS. Karena masih cukupan waktunya akhirnya kita langsung ke kantor BPJS.

Alhamdulillah. Beres.

Singkat cerita semua dimudahkan sama Gusti Allah. Senin periksa di Klinik Onkologi Kotabaru dan akhirnya Rabu sore aku sudah opname. Jadwal operasi pagi Kamis tapi akhirnya ditunda sampe Jum’at pagi. Kata Dokternya gak papa sekalian piknik, ketika jadwal muter kamis pagi. Aku cuma cengar cengir karena badan berasa bantet gegara makan enak, tidar tidur, dan diinfus juga.

Gak papa wes. Yang penting aku sehat habis ini. Aamiiiiin.

Jam 9 pagi mulai dibawa masuk ruang operasi. Aku yang entahlah liat dokter satu ngajakain ngobrol, liat yang satu lagi bersihin peralatan, yang satu lagi pasang-pasang kabel di dada kanan kiriku, yang satu lagi akhirnya bilang mau disuntik bius, sambil bilang kalo udah ngantuk tidur aja ya.

Dan blesss. Aku gak ingat apa-apa.

Sampai aku denger ada yang cuci tangan, air ngalir dan aku mencari sumber suara. Oh, dokter yang bius aku tadi.

“Rinda, rinda. Udah bangun? Operasinya udah selesai lo..” Memanggilku sambil cuci tangan dan kemudian masuk lagi ke ruang operasi.

Aku cuma liat ke atas, kanan kiri. Pikiran masih belum mawas. Alhamdulillah, operasi selesai. Aku tidur lagi.

Tiba-tiba denger bayi nangis. Aku kaget langsung ngeliat di kanan pojok ruangan dokter sedang menggendong bayi yang nangisnya kenceng banget. Masih di tempat yang sama dan aku yang kedinginan. heuuuhhh.
Mau bangun belum bisa. Nyeri di bagian tubuh itu. Ngomong juga masih susah. Dan gak berapa lama aku denger suara suster masuk ruangan, suster yang sama sebelumnya. Sambil guyon, operasinya udah selesai to?. Aku hanya diam. Eh. Si Budi ada. 🙂

Sampe kamar inap yang kupikirin cuma makan. Lapar. Tapi badanku masih belum seger kayak sebelume. Aku pengen telpon mamak. Aku minta Budi telpon mamak. Setelah dia bicara dengan mamak langsung henpon beralih ke aku.

“Mak, udah selesai operasinya..” Kataku dengan suara yang masih berat.

Terdengar di ujung sana isakan tangis mamak, “Iya..” Jawab beliau pendek sambil berusaha gak nangis.

“Mamak jangan nangis..” Kataku lagi.

“Iya..” Jawabnya pendek, lagi.

Sunyi sebentar, lalu “Ya udah ya Pit..Istirahat dulu ya. Nanti telpon lagi.”

“Iya mak..” Dan telpon pun mati.

Budi jum’atan setelah itu. Barulah ketika dia balik ke kamar aku makan disuapin. Lapar. -_- Efek puasa yang kelamaan dari isak sebelumnya gegara tidur kecepetan. heeeeuuuhhh.

Ya Allah yang maha Besar.
Berikan kesembuhan pada hamba. Kesehatan pada hamba.
Semoga dengan ini hamba banyak belajar, belajar bersyukur banyak, banyak belajar bersyukur atas nikmatMu sampai hari ini.
Belajar bagaimana menghargai tubuhku sendiri, belajar memahami tubuhku sendiri dan belajar kehidupanku sendiri…
Terima kasih sudah memberikan kemudahan, kelancaran semuanya. Sudah memberikan orang-orang baik di sekitar hamba.
Segala puji hanya untukMu Duh, Gusti Allah..

 

Jogja
Alunan syahdu payung teduh,
Dan tawa orang-orang yang bahagia..

Advertisements

Diam

diam yang lelah
diam yang bahagia

diam rahasia
diam luka

diam yang meraja
diam yang sepi
diam yang hiruk pikuk

diam diam,
dia diam
diam diam,
diam menggelap

tak usah bicara,
diam saja
hingga tenggelam
dan tidak sadar
mati dengan diam
hilang

–bulan yang diam
dan suara pesawat yang selalu bikin maktratap

📷 : RW

bening

aku
bening
dan perangai

semalaman beralasan
seharian pemakluman
dan akhirnya
berputar menenggelamkan
bukan butuh
diselamatkan

sekalian saja dihujam
mati
agar bisa hidup
seperti yang dibutuhkan
harapan

ayok nyanyi.. (3)

Lagu Banda Neira “Sampai Jadi Debu”

Badai Tuan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra?
Tiap pagi menjelang
Kau di sampingku
Ku aman ada bersama mu

Selamanya
Sampai kita tua
Sampai jadi debu
Ku di liang yang satu
Ku di sebelahmu

Badai Puan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra?
Tiap taufan menyerang
Kau di sampingku
Kau aman ada bersama ku

dengerin lagu ini sambil tiduran leyeh-leyeh dipadang hijau cak di museum vredeburg, liatin langit apa sambil merem-merem syahdu.
angin bertiup, cuaca cerah mendung (gak panas dan gak hujan.
ditambah kalo bisa ada secangkir kopi, mendoan sama buku tergeletak.

alamaaaaakkk..
enakk jaaang..

hahahahaha..tah apa-apa

Ayok Nanyi (2)

Banda Neira – Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti

Jatuh dan tersungkur di tanah aku
Berselimut debu sekujur tubuhku
Panas dan menyengat
Rebah dan berkarat
Yang
yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Yang hancur lebur akan terobati
Yang sia-sia akan jadi makna
Yang terus berulang suatu saat henti
Yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Di mana ada musim yang menunggu?
Meranggas merapuh
Berganti dan luruh
Bayang yang berserah
Terang di ujung sana
Yang
yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Yang hancur lebur akan terobati
Yang sia-sia akan jadi makna
Yang terus berulang suatu saat henti
Yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti
>> mau curhat nih,
Tau banda neira dari tetangga pas kita lagi kumpul di solo nikahannya Rozi. Pas mau tidur sitetangga muterin lagu sampai jadi debu. hehe tapi nggak ngeh. Pas dengerin rekaman di ig melodi alam lah, baru aku donlod beberapa lagunya. dan cari tau e la dalah malah wes bubar. yo opo rek. -_-
Lagunya sederhana,
mirip mirip kayak lagunya payung teduh ngunu kae.
seneng dengerinnya karena liriknya, musiknya, penghayatan si mbaknya nganu ngunu kae.
Intinya satu,
jangan pernah meramalkan hal di masa depan saat kau saja kini tak yakin dengan hidupmu..loh? opo maksude?
mbuh..haha
selamat malam,
wahai pencinta langit, manusia langit..

Nisfu Sya’ban

Malam yang penuh keberkahan. Doa-doa bertaburan di langit. Lutut-lutut bersimpuh dalam sujud. Kepala-kepala tak lagi meninggi dan turun hingga sehasta kaki.

Semoga tahun ini ditutup baik. Dan tahun besok diawali dengan sesutu yang jauh lebih baik.

Yang pergi untuk bahagia, doakanlah.
Yang tinggal dan bertahan, pertahankanlah.
Yang baru datang sekarang, berilah kesempatan.

Dan yang paling penting,
Yang telah dimiliki hingga hari ini, semoga tak lupa untuk disyukuri.

Tuhan,
Terima kasih telah disampaikan hingga hari ini.
Jika Engkau berkenan, izinkanlah untuk sampai ke tahun depan.

 

 

— Mbeeer via Tumblr

Tentang Do’a [2]

Aku sedang belajar do’a yang baik,
yang ikhlas dan benar-benar luruh, pasrah..

Aku mencoba untuk tidak banyak bertanya tentang hal yang memang tidak harus ditanyakan pun dikhawatirkan, apalagi tentang masa depan.
Bagiku sekarang masa depan adalah aku yang bagaimana sekarang dan apa yang aku lakukan sekarang. Baik itu tentang pekerjaan, cita-cita, tindakan, belajar maupun tentang seseorang dan banyak hal yang aku ingin jaga baik-baik.

Aku mencoba untuk selalu berpikir yang baik,
walaupun menurutku gak gampang dan itu memang benar. susah euy. T.T
Tapi kudu harus bisa.

Aku pun mencoba untuk mendo’akan selain diriku,
keluargaku, yang paling penting adikku, orang-orang terdekatku, temen-temen dan semuanya..
karena bagiku sekarang kebahagiaan, ketenangan, dan kebaikan mereka termasuk lebih dari cukup menjadi kebahagiaanku juga.

 

—- malam, terang bulan, bulan bunder
dan pikiranku melayang-layang

 

Tentang Do’a

Entah bagaimana,
aku selalu ingin banyak bercerita belakangan ini pada Yang Maha..
tapi toh pada akhirnya hanya sederet kata yang keluar seperti terseret-seret,
diikuti isakan dan deheman beberapa kali untuk berusaha berhenti..
iya, berhenti menangis.

Entah bagaimana,
aku selalu lemah dihadapanMu..
aku seperti habis, hangus, tak ada didepanMu..
kata-kataku raib, hilang dan tiada
akhirnya aku hanya terisak lama
terduduk lama,

Oh Allah,
aku tak pandai berdo’a,
pun berkata-kata apalagi banyak..
aku hanya berharap Engkau tau kata-kata yang tak sanggup terucap,
cerita yang tak mampu aku lisankan,
harapan baik yang ingin kuutarakan..

aku belajar berdo’a,
berdo’a yang baik, berdo’a yang pasrah, berdo’a yang ikhlas..
kugantungkan harapanku seluruh
kugantungkan hidupku seluruh
dengan segala usahaku seluruh
padaMu..
agar aku mampu menghadapi apapun dengan seluruh
seluruhku untuk menerima seluruh ketetapanMu..

 

Duh, Gusti
– moonlight

25

Jika tidak keberatan, coba lihat bulan di arsip web ini.
Awal aku membuat blog ini bulan september 2015 dan aku menulis tentang pengalaman tes kerja di paragon. lama setelah itu baru aku posting tulisan baru pada bulan maret 2016.

Lalu hal ini terulang. Bulan september 2016 aku terakhir memposting tulisanku. kemudian aku baru mulai post lagi bulan maret 2017. haha. gak ada yang istimewa sih, tapi lucu aja gitu. bisa samaan, ciiieee, samaann.. 😀

25
Iya. Umurku menginjak angka 25 tanggal 8 Maret kemarin.
Lucu ya? Umurku udah sebanyak itu.
Aku gak mikir yang gimana-gimana.
Gak berharap yang gimana-gimana.
Gak pengen yang gimana-gimana.

Aku hanya berdo’a saat aku kebangun dini hari tanggal 8 Maret.
Alhamdulillah,
Aku masih bernafas sampai hari ini
masih diberi kesempatan untuk hidup, walaupun selama ini luntanglantung sesuka hati
Ya Allah,
berikan kebahagiaan untuk orang-orang disekitarku
orang-orang yang selalu berusaha baik, yang sudah baik dan ingin baik
berikan kelapangan hati untuk menerima semua keadaan
berikan pemahaman yang baik dari semua pelajaran
pelajaran hidup dan kehidupan
Sayangi mereka orang-orang yang menyayangi aku,
karena demi apapun,
aku tak bisa sendiri..
Melihat kebahagiaan mereka sama dengan melihat kebahagiaanku
begitu yang aku pahami dari semua yang kujalani hingga saat ini

Semoga aku terus berusaha menjadi baik, bersama dengan orang-orang yang belum baik dan berusaha untuk baik, bersama dengan orang-orang yang baik yang tetap berusaha baik, dan dipertemukan dengan banyak orang-orang baik di luaran sana.

Allah
Tuhanku yang Maha Baik,
sering aku merasa tidak tahu mana yang baik ataupun tidak ingin tahu mana yang baik dan acuh saat tau yang baik. Aku akan terus berdoa padaMu yang Maha Baik, agar menunjukkan padaku mana yang baik bagiku dan membuatku sadar ketika aku acuh pada yang baik.

Segala Puji hanya untukMu
Tuhanku yang Maha Baik

 

 

Jogja
Maret 2017

perempuan

Jika kau melihat perempuan yang terluka mampu tersenyum dan bahkan tertawa seperti biasa,
percayalah..sangat sulit untuk bersikap seperti itu ketika hati berantakan gak karuan.

Jika kau melihat perempuan yang terluka mampu kuat dan melakukan hal-hal yang biasa dia lakukan,
percayalah..kau hanya tidak tau bagaimana dia harus melewati semuanya, kesakitan saat ditinggalkan, tidur yang tak pernah nyenyak, senja yang menyedihkan dan banyak lagi. Ketika dia terlihat kuat, dia hanya punya pilihan untuk kuat. Ketimbang tetap menderita karena sakit sudah begitu menyiksa.

Jika kau melihat perempuan yang terluka sudah mampu berdiri dan tersenyum benar-benar tanpa beban,
percayalah, tak ada lagi hal yang dikhawatirkan. Karena dia sudah paham, hidup hanya tentang bagaimana kau melihatnya, tentang datang dan pergi, tentang pertemuan dan perpisahan, tentang pilihan. Dan tentang waktu, keadaan juga orang-orang yang terus berubah.

Tidak usah khawatir,
Perempuan yang pernah terluka akan menjadi lebih kuat, lebih tangguh dan belajar lebih banyak hal tentang bagaimana manusia dan hidup.
Dia akan punya hati yang lebih luas dan lebih banyak memahami orang lain.

Jadi, jika kau suatu saat meninggalkan perempuan entah dengan alasan apapun yang kamu pikir sudah tidak bisa diperbaiki lagi, tak apa. Hanya saja jujurlah. Katakan dengan jujur apa yang benar-benar menjadi alasan berpisah padanya jika memang kau masih peduli padanya. Pasti itu memang sangat menyakitkan baginya, tapi itu lebih baik buatnya daripada memberikan alasan yang menggantung dan tidak jelas. Setidaknya dengan alasan itu perempuan akan belajar dan memperbaiki apa yang memang tidak baik di dalam dirinya.
Tenang saja. Sesakit apapun itu, perempuan akan berdamai dengan semuanya walaupun mungkin membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Belajarlah tidak hanya peduli pada diri sendiri
Tapi pikirkan juga perasaan perempuan itu.

 

2016,
draft tercecer.