Diam

diam yang lelah
diam yang bahagia

diam rahasia
diam luka

diam yang meraja
diam yang sepi
diam yang hiruk pikuk

diam diam,
dia diam
diam diam,
diam menggelap

tak usah bicara,
diam saja
hingga tenggelam
dan tidak sadar
mati dengan diam
hilang

–bulan yang diam
dan suara pesawat yang selalu bikin maktratap

📷 : RW

bening

aku
bening
dan perangai

semalaman beralasan
seharian pemakluman
dan akhirnya
berputar menenggelamkan
bukan butuh
diselamatkan

sekalian saja dihujam
mati
agar bisa hidup
seperti yang dibutuhkan
harapan

ayok nyanyi.. (3)

Lagu Banda Neira “Sampai Jadi Debu”

Badai Tuan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra?
Tiap pagi menjelang
Kau di sampingku
Ku aman ada bersama mu

Selamanya
Sampai kita tua
Sampai jadi debu
Ku di liang yang satu
Ku di sebelahmu

Badai Puan telah berlalu
Salahkah ku menuntut mesra?
Tiap taufan menyerang
Kau di sampingku
Kau aman ada bersama ku

dengerin lagu ini sambil tiduran leyeh-leyeh dipadang hijau cak di museum vredeburg, liatin langit apa sambil merem-merem syahdu.
angin bertiup, cuaca cerah mendung (gak panas dan gak hujan.
ditambah kalo bisa ada secangkir kopi, mendoan sama buku tergeletak.

alamaaaaakkk..
enakk jaaang..

hahahahaha..tah apa-apa

Ayok Nanyi (2)

Banda Neira – Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti

Jatuh dan tersungkur di tanah aku
Berselimut debu sekujur tubuhku
Panas dan menyengat
Rebah dan berkarat
Yang
yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Yang hancur lebur akan terobati
Yang sia-sia akan jadi makna
Yang terus berulang suatu saat henti
Yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Di mana ada musim yang menunggu?
Meranggas merapuh
Berganti dan luruh
Bayang yang berserah
Terang di ujung sana
Yang
yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Yang hancur lebur akan terobati
Yang sia-sia akan jadi makna
Yang terus berulang suatu saat henti
Yang pernah jatuh ‘kan berdiri lagi
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti
Yang patah tumbuh, yang hilang berganti
>> mau curhat nih,
Tau banda neira dari tetangga pas kita lagi kumpul di solo nikahannya Rozi. Pas mau tidur sitetangga muterin lagu sampai jadi debu. hehe tapi nggak ngeh. Pas dengerin rekaman di ig melodi alam lah, baru aku donlod beberapa lagunya. dan cari tau e la dalah malah wes bubar. yo opo rek. -_-
Lagunya sederhana,
mirip mirip kayak lagunya payung teduh ngunu kae.
seneng dengerinnya karena liriknya, musiknya, penghayatan si mbaknya nganu ngunu kae.
Intinya satu,
jangan pernah meramalkan hal di masa depan saat kau saja kini tak yakin dengan hidupmu..loh? opo maksude?
mbuh..haha
selamat malam,
wahai pencinta langit, manusia langit..

Nisfu Sya’ban

Malam yang penuh keberkahan. Doa-doa bertaburan di langit. Lutut-lutut bersimpuh dalam sujud. Kepala-kepala tak lagi meninggi dan turun hingga sehasta kaki.

Semoga tahun ini ditutup baik. Dan tahun besok diawali dengan sesutu yang jauh lebih baik.

Yang pergi untuk bahagia, doakanlah.
Yang tinggal dan bertahan, pertahankanlah.
Yang baru datang sekarang, berilah kesempatan.

Dan yang paling penting,
Yang telah dimiliki hingga hari ini, semoga tak lupa untuk disyukuri.

Tuhan,
Terima kasih telah disampaikan hingga hari ini.
Jika Engkau berkenan, izinkanlah untuk sampai ke tahun depan.

 

 

— Mbeeer via Tumblr

Tentang Do’a [2]

Aku sedang belajar do’a yang baik,
yang ikhlas dan benar-benar luruh, pasrah..

Aku mencoba untuk tidak banyak bertanya tentang hal yang memang tidak harus ditanyakan pun dikhawatirkan, apalagi tentang masa depan.
Bagiku sekarang masa depan adalah aku yang bagaimana sekarang dan apa yang aku lakukan sekarang. Baik itu tentang pekerjaan, cita-cita, tindakan, belajar maupun tentang seseorang dan banyak hal yang aku ingin jaga baik-baik.

Aku mencoba untuk selalu berpikir yang baik,
walaupun menurutku gak gampang dan itu memang benar. susah euy. T.T
Tapi kudu harus bisa.

Aku pun mencoba untuk mendo’akan selain diriku,
keluargaku, yang paling penting adikku, orang-orang terdekatku, temen-temen dan semuanya..
karena bagiku sekarang kebahagiaan, ketenangan, dan kebaikan mereka termasuk lebih dari cukup menjadi kebahagiaanku juga.

 

—- malam, terang bulan, bulan bunder
dan pikiranku melayang-layang

 

Tentang Do’a

Entah bagaimana,
aku selalu ingin banyak bercerita belakangan ini pada Yang Maha..
tapi toh pada akhirnya hanya sederet kata yang keluar seperti terseret-seret,
diikuti isakan dan deheman beberapa kali untuk berusaha berhenti..
iya, berhenti menangis.

Entah bagaimana,
aku selalu lemah dihadapanMu..
aku seperti habis, hangus, tak ada didepanMu..
kata-kataku raib, hilang dan tiada
akhirnya aku hanya terisak lama
terduduk lama,

Oh Allah,
aku tak pandai berdo’a,
pun berkata-kata apalagi banyak..
aku hanya berharap Engkau tau kata-kata yang tak sanggup terucap,
cerita yang tak mampu aku lisankan,
harapan baik yang ingin kuutarakan..

aku belajar berdo’a,
berdo’a yang baik, berdo’a yang pasrah, berdo’a yang ikhlas..
kugantungkan harapanku seluruh
kugantungkan hidupku seluruh
dengan segala usahaku seluruh
padaMu..
agar aku mampu menghadapi apapun dengan seluruh
seluruhku untuk menerima seluruh ketetapanMu..

 

Duh, Gusti
– moonlight