Chocolato perfecto

 

Dari semua warung kopi yang pernah kudatangi, warung kopi drama ini yang coklatnya paling pas di lidahku.
Jarang aku nemu coklat yang rasanya enak banget. Hot chocolate judulnya di menu. Lalu penjelasan ingredient ada dibawahnya. Vanilla. Hanya itu yang kuingat selain coklat campurannya saat aku memilih menu. Soale seng liyane bahasa inggris dan mbuh apaan πŸ˜‚πŸ˜‚. Biasanya pagi gini aku pengennya kopi. Tapi sehabis dari warung kopi kemaren aku jadi malas karena rasanya yang errrr nggak suka.

“Coklat deh mas satu.” Kataku akhirnya.

“Ice ato hot mbak?” Tanya masnya yang sudah langsung bersiap di mesin kasir.

“Hot aja..” Jawabku sambil merogoh kantongku mengambil uang pecahan dua puluh ribu yang belakangan aku sering ngeluh karena warnanya hampir mirip sama uang yang dua ribuan. Jadi kudu teliti.

“Sama apalagi mbak?”

“Itu dulu aja Mas. Nanti kalo pengen saya pesen lagi.” Kusodorkan uang berwarna hijau yang agak kusut itu.

“Oke. Hot chocolate delapan belas ribu. Kembalinya dua ribu. Silahkan ditunggu pesanannya Mbak. Terima kasih.”

“Sama sama Mas.” Aku nyengir.

Masih pagi, jam sembilan kurang 5 menit. Sebentar aku mengitari pandangan mencari tempat duduk yang nyaman. Langsung aku menuju meja panjang yang nempel di dinding dan lebarnya seukuran laptop 14 inch. Ada tiga buah kursi bulat dan tinggi yang nyaman. Khas warung kopi. Tidak jauh di dinding atas meja itu ada rak dengan beberapa buku, vas kaktus mungil juga sederet pepatah english.

Aku langsung membuka laptop si Mas Budi yang sudah berapa hari ini kugunakan untuk kerja. Online.

“Eh, Mas. Password wifi-nya apa ya?”

“Hidup penuh drama mbak. Huruf kecil semua tanpa spasi.” Jawab Masnya yang masih sibuk nyiapin pesananku.

“Makasih Mas.”

Aku nyengir. Masnya nggak. 😐

Online pas jam 9 tet. Mulai ngerjain berita. Tik tuk tik tuk. 10 menit pesananku dateng.

“Hot chocolate. Silahkan.”

“Makasih..”

Masnya senyum. Aku nggak. πŸ˜…

Baunya enak. Aku menyesap sedikit.

Wiiiihhh.. Uenaaakk rek..
Kusesap lagi. Glek. Enak ik.
Gak terlalu manis, gak terlalu pait. Pas. Perfecto. Coklatnya wangi dan kerasa bangeett.

Hahahaha..
Good mood, endesss pisan coklatnya. Recommended. Nice.

Aku melihat masnya. Dia lagi ngudud di kursi depan. Yah. Desain warung kopi ini memang buat perokok. Mini pantry langsung paling depan melayani pelanggan. Nice mas. Nak nan.

Aku nyengir. Masnya nggak. Ya iyalah wong gak liat kok. πŸ˜‘

Kapan-kapan kesitu lagi? Ndak ah.
Malas.
Biarkan saya punya kesan bahagia karena coklat enak ini sekali aja.
Hehehe
Karena belum tentu besok pas kesana coklatnya enak lagi.hahaha

 

 

2017

Advertisements

Rasa (Saat) Ini

Memaknai

Pemaknaan kita pada sesuatu sering berbatas hanya karena ego atau kemauan. Ego kita yang membuat kita enggan memulai, enggan untuk menyapa dan bertanya, enggan untuk mencari tahu, padahal semuanya tersaji di depan mata. Juga kemauan kita yang surut, semuanya serba mudah, tapi kita enggan beranjak.

Karena kita merasa diri ini lebih baik, seringkali lahir penilaian-penilaian kita kepada orang lain. Padahal, kita belum mencermatinya, hanya sekilas melihat dan mendengarnya. Karena kita merasa sudah cukup, kita enggan untuk belajar lagi dan lagi. Semisal, begitu banyak kajian tersaji di masjid-masjid di kotamu, tapi kamu memilih duduk di rumahmu.

Dan tentang pemaknaan. Barangkali, kita tidak kunjung berhasil mengenali hidup dan jalan yang kita tempuh ini sebab dua hal itu, ego dan kemauan. Pemaknaan kita menjadi buntu, berkutat pada hal-hal yang sama. Di satu sisi kita ingin tahu, disisi yang lain kita malas beranjak. Kita kembali berkutat pada ujian yang serupa berulang-ulang, karena kita merasa sudut pandang yang kita ambil adalah yang paling benar, enggan mencoba melihat dari sisi yang lain. Kita berkutat pada pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya hanya ada di masa lalu, bukan sibuk membenahi hari esok.

Dan kita kebingungan akan kemana hidup ini, rasanya seperti air mengalir. Tapi, kita tidak tahu ke mana mengalirnya. Rasanya seperti angin yang berhembus, tapi kita tidak tahu kemana arahnya.

Hidup menyimpan banyak jawaban yang hanya akan kita temukan dengan cara menjalaninya, meredakan ego, dan mau untuk bersusah payah.

Β©kurniawangunadi

—— Beberapa kali ingin menulis tentang apa yang saat ini benar-benar mengganggu di pikiran. Tapi tak kunjung bisa, berat..
Dan menemukan tulisan ini di tumblr nya @kurniawangunadi, membacanya dan aku hanya terus mengangguk-angguk..

Yess.. this is my feeling right now..Β  T_T

Bicara 4

Suasana waktu itu seingatku biasa saja. Tidak terlalu ramai juga tidak terlalu sepi. Aku membawa kardus berukuran sedang sedang Mas Budi menarik koperku dan tas jinjingku yang diletakkan diatas koper agar mudah menariknya bersamaan.

Setelah ke atm ambil uang kami pun menuju ke bagian keberangkatan. Satu jam sebelum boarding pass. Kami mengambil duduk dekat pintu masuk.

‘Gak ada yang ketinggalan kan?” tanya Mas Budi.

“Nggak ada..” jawabku sambil ngaduk ngaduk tas selempang eiger ukuran sedang. Cek dompet, tiket, hape dan lainlain.

Aku pun deprok seadanya. Di depan dindinh kaca yang memantulkan diriku dan Mas Budi di sana. Ngobrol sambil menunggu waktu. Sampai waktu menunjukkan 50 menit sebelum boarding aku pun beranjak.

“Eh, sebentar..” katanya sambil merogoh saku bagian dalam jaket denimnya.

“Ini buatmu..” katanya lagi.
Tetiba dia mengeluarkan kotak segi panjang kecil warna coklat. Di bagian tutup kotaknya ada tulisan bahasa cina dan selipan setangkai bunga kertas terompet warna putih sepanjang kotaknya lengkap dengan satu helai daun hijaunya. Ups, sorry ya.. Bukan Made in China, tapi Bahasa Cina.

“Apa ini? ” tanyaku setelah kotak coklat itu berpindah ke tanganku. Ku bolak balik.

“Dibuka aja..” Lagi. Katanya.

“Kamu ngelamar aku yaaa?? ” Aku pun ngeledek. Antara serius ngeledek sama serius nanya beneran. Hahaha. Seriously?

“Ih..mana ada. Mosok Aku ngelamar kamu di tempat ginian. ” Jawabnya serius dan gak balik ngeledek.

“Hahahaha…” Aku ketawa. Kubuka kotak kecil coklat lucu yang aku beneran suka.
Hahahahahaha..isinya gantungan kunci panda yang epiiikkk banget.
Berasa pas dibuka dia bilang, ‘Ape Lo!!!’

“Buatku?” tanyaku lagi sambil tetep liatin sipanda.

“Iya. Buatmu. Kamu ati-ati pulangnya. Nanti kalo ada apa-apa langsung ngabarin. Salam buat orang rumah. Jangan sembrono. Barangnya dijagain.” Dan entah apalagi dia ngomongnya. πŸ˜‚πŸ˜‚

” Iya.. Makasih ya dhoo.. ” Kataku.

” Sama-sama. Aku juga makasih. Udah sana gek masuk. ” Katanya lagi sambil mengusap kepalaku beberapa kali.

Kumasukkan sipanda yang lucunya gak kirakira ke tasku. Kutarik koperku dan petugas cek tiket langsung mempersilahkan. Sembari di pengecekan barang Mas Budi masih berdiri di tempatnya. Melihatku. Setelah selesai semuanya Aku melambaikan tangan padanya sambil nyengir gak jelas.

Setelah itu aku balik badan.
Aku pergi pulang.
Dia pergi pulang.

Semoga secepatnya kita pulang bersama.. 🐼🐼

 

 

—- mula agustus πŸ™

MedSos 🐼

Facebook dan Instagram

Mungkin ya, ini mungkin lo..
Semisal dulu hape saya support untuk instagram, mungkin sekarang saya gak pake facebook. Haha

Karena sekarang toh saya lebih suka nginstagram daripada macebook yang kebanyakan wall isinya orang orang yang gak kukenal -padahal kenapa dulu di add coba. πŸ˜… entahlah. Belum lagi berita berita, iklan iklan berseliweran. Eeuuhhhh.
Kalo dulu buka facebook hanya sebatas liat postingan penulis mojok aja, kayak kepala suku, mbak kalis, om iqbal, agus magelangan, penulisnya tirto mas arman dhani dan lain lain. O iya, update-annya mas Zia Ul-Haq, mukidah yang njelei dan Roup yang saya sangat suka sekali membaca statusnya..

Instagram lebih asik, kekinian dan memang kebutuhan saya ada di instagram. Aplikasi share foto yang gak ribet dan apik. Saking apiknya sebagian besar kuota paketan saya habis di instagram setiap bulannya. Kekekekeke
Maklum, sekarang selain tap tap scrool scrool saya juga butuh liat update-an produk buat saya jual. 😁

O iya. Saya sekarang jualan. Jualan online shop yang digawangi oleh Mas Budi awalnya dengan menggunakan jasa aplikasi shopee yang lagi ngehits. Dan sekarang saya coba-coba jualan yang lain karena Batik Blarak Mas Budi ahlinya. Saya nggak ahli. πŸ˜‚ Alhamdulillah, lancar jualannya. Pelan-pelan semoga tetep ngalir.

Eh tapi bukan berarti facebook gak kepake ya. Maret tahun lalu sebenernya udah mau saya hapus akunnya karena memang sudah gak ada manfaat buat saya. Tapi semenjak saya kerja di monitoring berita, ada manfaat banget akun facebook. Buat apa? Buat registrasi masuk berita konten sensitif atau yang berumur. Hahahaha. Seperti detik yang selalu harus login dulu kalo butuh masuk ke berita konten sensitif atau koran bisnis yang memang kudu login dulu kalo mau baca lengkap beritanya. Makanya facebook sangat bermanfaat dalam hal ini. Sampe satu tim di kantor kadang pake akunku juga. Hahaha Udah gak khawatir mah kalo di utek utek facebooknya.

Lalu seperti ketika saya mau pesan buku online di salah satu lapak. Login with facebook selalu bisa jadi solusi karena waktu itu saya beberapa kali register tetep gak bisa bisa sampe judeg. Akhirnya klik sekali pake facebook kelar masalah. Wkwkwk, siiiip. 😘

Tengkiyuu for faceboook.
Facebook yang sudah melihat dan merasakan ke-alay-an saya sejak daftar 2009 lalu. Alay yang make huruf dicampur angka sama tanda baca plus huruf gede gak jelas, disingkat singkat sampe bingung bacanya apaan.
Alay dengan sedikit sedikit update status. πŸ˜‚

Dan sekarang saya lebih seneng make instagram yang lebih simple, lebih asik dan apik. Suka liat poto-poto nature, ngakak liat akunnya ringgo-sabai-bjorka, dan njelei yang lain..hekhekhek

Keadaan berubah, orang orang berubah..
Pun saya.. 😘

Bicara 2

Aku masih melihat sms yang kukirim 5 menit yang lalu. Terkirim. Tapi tidak ada balasan. Emm, ini sudah dibaca belum ya? Si Bapak sudah jemput Mas belum ya?

Sambil masih wasapan sama Mas Budi yang bilang kalo mau telpon gak papa, nggak telpon pun nggak papa. Akhirnya aku telpon Ibu.

Belum apa-apa langsung nyambung, tuuuuutttt..tuuuutttttt klik, diangkat!

Aku yang grogi langsung salam, ‘Assalamu’alaikum Ibu…”

“Wa’alaikumsalam..” Jawab Ibu di ujung sana.

“Ibu.. Ini Maya. Tadi Mas ngabarin kalo udah sam..”

Belum genap Aku ngabarin tentang Mas Budi Ibu langsung memotong, ” Iya Maya. Ini Bapaknya udah jemput ke jembatan Ploso. Ibu tadi mau bales sms gak ada pulsa lo.”

Aku sejenak lega karena Bapak udah perjalanan jemput Mas Budi. Hehe.

“Oalah. Nggeh mpun kalo gitu Bu.. Assalamu’alaikum..” Akunya yang merasa sudah selesai amanahnya langsung salam.

“Iya. Udah jemput si Bapak. Mau bales sms Maya gak ada pulsa, wa’alaikumsalam..” jawab Ibu cepat.

Klik. TUT TUT TUT TUT. Hening

“Eh, piye to koe nda?? Goblookkk.. Mosok ngunu tok koe telpon Ibu. Arrrgghhhh”

Dan aku akhirnya cuma ketawa bego.
Ckckckckck.. Perasaan aku gak pernah grogi masalah ginian.

^^trust me..

Bukankah aku sudah pernah bilang?
Ada beberapa hal yang memang tak perlu ditanyakan,
Sebagian lain tak perlu dijelaskan,
Dan sebagian lainnya tak perlu diberikan jawaban..

Bagaimana jika begini saja,
Jika ada kebahagiaan menyusup, lalu meluap dan meletup-letup
Bisakah kamu berdo’a pada yang Maha Baik seperti ini,
“Gusti, tentramkan hatiku..peluk dengan segala kasihMu, dan berikan kebaikan atas bahagia yang datang ini..semoga orang-orang yang berusaha baik, yang menuju baik, dan belum baik mendapat cahaya cintaMu dan kasihMu..”

Aamiiiin

Yogyakarta, mula musim penghujan^^

Bicara I

“Bukannya sama aja sama kamu ya?” Tanyaku.

Setelah obrolan banyak yang, yah kamu gak usah tau tentang apa. Hehe.. Sampe akhirnya aku tanya kayak gitu ke dia.
Dan jawabannya seperti yang kuduga, gak terima. Mana mau dia disamakan sama orang lain. πŸ˜€ Njelei.

“Ya bedalah. Aku gak pernah game online lo.”

“Iya po? Kan COC main?” tanyaku lagi.

“Beda itu. Aku main COC sama Get Rich.”

“Halah. Yang penting kan sama aja main game ya to? Sama aja mah kayak Rahma juga main Get Rich..” Ngeyel lawan ngeyel mah gini.”

Dan dia jawab yang paling bikin ngehe, “Beda. Aku lo Get Rich Peringkat 192 se- Asia Tenggara!!” Pake suara yang ninggi njelei.

Aku yang denger jawaban macam gitu langsung ngakak. Hahahahaha. Opolah cah iki. Gusti.. Lucu duh,

 

Yogyakarta,
Malam Rabu
Obrolan Syahdu

Pagi di Jogja

masih dengan bangun yang sering di-telatkan
dengan malas-malasan di kasur
sambil benerin kuncir rambut duduk
masih merem

menghela napas,
lap pipi kanan kiri..memastikan tidak ada yang tertinggal
dari tidur semalam
-belakangan mimpi aneh yang gak tau apaan
sudah melek walaupun masih kriyep-kriyep

menghampiri radio tape ukuran besar merk polytron
keluaran tahun milenium, sudah 3 turunan
πŸ™‚ sebentar kemudian suara desta gina menculat cempreng
dari sound radio yang warnanya sudah meng-abu

dulu biasanya langsung bikin wedang
entah kopi, entah teh
sekarang nggak..
langsung beberes sebentar, cuci sana cuci sini
kalo ada setrikaan ya nyetrika..

baru mandi dan berangkat kerja..

Gak ada yang istimewa,
hanya tinggal di tempat istimewa
dengan orang-orang istimewa

Yogyakarta Istimewa
menunggu hujan pagi di sini itu rasanya syahdu
duh,,,

 

 

Jasa transkrip indonesia πŸ˜„

Anda mahasiswa? Sedang melakukan penelitian? Ada data audio/wawancara yang harus ditranskrip? Jasa Transkrip Jogjakarta solusinya.

Berikut ini beberapa paketnya:

*Paket Mas Mantan*: 1700/menit (100.000/jam) / 1 jam/ seminggu

*Paket Sahabat*:
2000/menit (120.000/jam)/ 1 jam/ 3 hari

*Paket Mas Pacar*:
3300/menit (200.000/jam)/1 jam/1 hari

Sejak 2015 kami sudah banyak membantu para mahasiswa dalam bidang transkrip. Diantaranya mahasiswa: *ICRS UGM, UPI, Magister ITB, Xplore Indonesia, Lancaster University, London School Jakarta, Southeast Asian Studies Kyoto University.*

Tertarik? Segera hubungi nomor di bawah ini.

0822 6934 2359 (wa, telp, sms)
jasatranskripindonesia@gmail.com / nda.369@gmail.com
badralayla.blogspot.co.id

Alamat: Gang Komojoyo 17A Caturtunggal, Sleman, Jogjakarta (Lingkungan Fakultas Teknik UNY)