mamak

Kalo mau cerita tentang si mamak, maka mau berapa lembar aja kagak nyukup, mau dipanjangin kayak apa bakal makan waktu lama dan gak kelar-kelar.

Mamak emang paling tau bagaimana kelima anaknya. Kelakuan, karakter, sikap dan sampe njelei-njeleinya. Pengen nangis rasanya kalo inget gimana mamak sabarnya samaku, sayangnya samaku, ngadepin sianak perempuan yang keras kepala dan egoisnya segunung galunggung. -_- mrebes mili. T.T

Bersyukur banget punya Ibu kayak mamak.
Sayang banget sama simamak.

Ketika aku terakhir pulang, aku bener-bener sedang limbung. kenapa semua masalah tag kunjung kelar dan banyak hal tidak baik terjadi. apa yang salah?
Dan aku hanya bisa mencium kaki mamak, menahan tangis yang tumpah menyesak sebisaku. Baru kali itu aku gemetar dan lega sekaligus. tidak ada yang salah dengan semua ini. aku yang harus lebih keras dengan diriku. ingat bagaimana dengan sederhananya si mamak tau ketika ternyata hubunganku sudah putus,

“Kalau memang itu alasannya ya sudah. jangan memaksa apapun. ikhlas aja. kalau sayang kan pasti merjuangin gimana sulitnya. kalau memang ada yang lain dan lebih baik, ya didukung aja. cinta gak pernah meminta apapun. hanya kesediaan hati untuk berusaha gimanapun keadaannya untuk bersama. kalaupun nggak ya berarti gak jodoh. sudah. ingat, yang kau mau dia bahagia to? kalo sama kamu gak bahagia dan maksa buat apa? ikhlas. jangan bikin rumit. wes, ewangi mamak nyiram kembang.”

Aku bengong.

Dan setelah itu ada ruang dimana aku merasa lebih baik dari sebelumnya.
Demi apapun, dia ibuku yang melahirkanku.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s