Bahwasanya…

Jika kau tanya aku menyesal atau tidak dengan apa yang sudah terjadi sampai sekarang ini, maka akan aku jawab, aku menyesal.
Bukan kenapa semua ini bisa terjadi, bukan kenapa  harus bertemu jika akhirnya berpisah atau hal-hal yang njelei lainnya.
Bukan.

Tapi yang kusesali adalah sikapku yang belum dewasa untuk menerima apa yang terjadi saat itu. betapa menyebalkan dan bodohnya aku.
Aku yang secra umur sudah mendekati sepperempat abad tapi sikapku masih tidak bisa dengan cepat berpikir baik dan bijaksana. hahaha

Bagaimanalah,
aku bener-bener gak tau harus gimana waktu itu.
Tapi dari situ aku belajar banyak hal, berpikir banyak hal dan memahami banyak hal. Termasuk bukan hanya sekedar ikhlas menerima seburuk apapun masa lalu.
Tapi bagaimana aku mampu menjadi tangguh pada hal-hal yang membuat jatuh.
Ini kata si Bang Indra yang aku amiinkan benar adanya.

Sejauh ini aku melangkah, tidak ada yang kusesali selain itu.
Karena sesakit apapun itu seseorang meninggalkan, aku menjadi tau bahwa ternyata banyak orang yang sayang samaku, yang peduli bagaimana aku, yang bener-bener membantu aku, yang mendoakan kebaikan untukku dan semua itu sangat cukup untuk membuatku sadar bahwa hanya aku sendiri yang harus menyayangi diriku dan membuat diriku ini bahagia.
Sebenar-benarnya bahagia.
🌱
–jogja
November 2017

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s