sebatas asa

segelas teh tubruk kesukaan mengepulkan panasnya
wangi teh melati melonggarkan syaraf-syarafku
angin malam sejuk
berhembus perlahan

hmm..
aku duduk di pelataran kamar kosong
yang sebelumnya dihuni dek ntul
malam ini tidak ada bulan
hanya awan gelap yang berarak
mendung,,

kusesap teh tubruk ini
berharap semua rasa jadi satu
dan hilang bersamaan tegukan
tegukan kelegaan

kupandangi langit
tanyaku muncul bersamaan dengan gemuruh
apa sudah sampai batasnya asa ini??

papringan, Mei 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s