24

aku tidak ingin menceritakan banyak
cukuplah aku bersyukur pada Yang Maha Segala Maha
bahwa aku masih bernafas,
masih bisa mencecap bibir segelas kopi,
menikmati harumnya,
mengisap dalam sebatang rokok..
dan aku merasa ada saat mengepulkan sisa-sisa asap itu

bahwa aku harus memang bersyukur
atas kesempatan hisup sampai detik ini..
aku tidak ingin membahas apa-apa,,
karena terlalu banyak beban belakangan…

terima kasih sudah membuatku merasakan banyak dentuman rasa
terombang ambing
tarik ulur
dan jatuh bangun

terima kasih untuk berbagai ragam jalan
mendaki, menukik
mulus ataupun berbatu
berlari atau bahakn langkah terseret

kuakui,
ini lebih payah dari yang sebelum-sebelumnya..
hehe
maafkan aku Tuhan
sejauh ini perjalananku tapi terasa seperti sampah..
payah..

waktunya bangun.
waktunya pulang.
waktunya berlari..
🙂

~ aku dan bulan
malam berangin..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s